Booming WP Themes High CTR in 2012

Saya Pikir-pikir Dulu ya..

Written By Unknown on 19 Maret 2012 | Senin, Maret 19, 2012

Saya Pikir-pikir Dulu ya.. - Kalimat tersebutlah yang sering saya dapatkan yang diucapkan para pembeli pada saat menutup sebuah transaksi jual-beli. Dan kebanyakan, pembeli itu pun 'kabur' tanpa kabar lagi, dan istilah ini sering disebut dengan bid and run, menawar lalu kaburrrr..

Hahh.. mau bagaimana lagi. Sebetulnya yang diharapkan oleh penjual hanyalah berupa kepastian apakah si pembeli tersebut jadi beli atau tidak, ya kalau memang setengah-setengah dan ingin mikir-mikir dulu, minimal kasih kabar kalau tidak jadi membeli. Mungkin Anda pernah mengalami hal ini?

Sebetulnya apa sih alasan mereka sampai harus bilang pikir-pikir dulu? Berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan dan sharing terhadap konsumen beberapa toko online yang saya miliki, berikut bisa saya simpulkan beberapa alasannya:

1. Apakah barang Ini benar-benar bagus?
2. Apakah ada yang lebih murah dari barang ini?
3. Apakah kualitasnya lebih bagus dari barang yang sudah saya lihat sebelumnya?
4. Apakah barang ini benar-benar bermanfaat setelah dimiliki?

Itu hanya beberapa saja, mungkin masih banyak lagi alasan-alasan lainnya.

Saya kagum setelah membaca buku Credit Card Revolution, disitu dijelaskan tentang keutamaan investasi. Ternyata investasi yang terbaik bukanlah emas, properti atau materi lainnya, melainkan investasi ilmu. Misalnya Anda ingin mengikuti seminar bisnis internet tapi Anda masih ragu dan mikir-mikir. Kita tidak tahu, bisa saja setelah ikut seminar tersebut Anda mendapatkan ilmu baru dalam meningkatkan pendapatan melalui internet, misalnya harga tiket seminar tersebut adalah Rp 100.000, jika setelah mempraktekkan ilmu-ilmu yang ada di seminar tersebut ternyata kita bisa mendapatkan Rp300.000, Saya rasa Anda juga bisa faham itu rugi atau malah untung.

Jadi, sifat ragu-ragu itu sebaiknya dihilangkan sebisa mungkin, jika memang ragu ya langsung saja ambil sikap menolak, itu lebih baik dari pada bilang "saya pikir-pikir dulu ya.." dan akhirnya pergi tanpa keputusan, itu sangat menyakitkan bagi penjual. Dalam Agama Islam pun diajarkan, sesuatu yang hukumnya mubah (diragukan kebenarannya) sebaiknya ditinggalkan.

Nah, lalu jika kita posisi Anda sebagai penjual, apa yang harus Anda lakukan jika menghadapi pembeli seperti itu? Anda harus sensitiv untuk menebak kira-kira apa yang sedang dipikirkan oleh konsumen tersebut, jika mereka memberikan alasannya kenapa, Anda bisa langsung beri solusi. Biasanya sih alasannya tidak jauh dari alasan-alasan yang saya jelaskan diatas.

Tapi, jangan sampai terkesan memaksa, tetaplah melakukannya dengan sopan dan memperhatikan etika-etika, jangan sampai hatinya tersinggung.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam menghadapi konsumen yang sedang dalam keraguan terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan.


Gambar: Google

6 comments

19 Maret 2012 pukul 05.40

Selalu ada artikel segar di sini, saya tidak "pikir pikir dulu" untuk menulis komentar disini. Sangat bermanfaat bagi para penjual agar bisa memahami prilaku konsumen dan memperbaiki cara menjualnya, terimakasih mas Agus Munawar...

19 Maret 2012 pukul 09.37

@AmazingtutorSama-sama mas Wawan :)

20 Maret 2012 pukul 17.33

seandainya suatu saat nanti kita bisa bikin seminar bersama Mas..
Amin.

hehe

21 Maret 2012 pukul 10.03

bener banget mas agus, sebelum kita membeli sebaik nya periksa bener apa barang itu benar2 bagus kualitas seperti yang kita ingin kan agar kita tidak merasa rugi dan tertipu :)

21 Maret 2012 pukul 17.13

@Jefferly HelianthusonfriAmin.. nothing imposible mas Jef :)

21 Maret 2012 pukul 17.14

@Nila LazuardiTapi jgn kelamaan juga ya.. :D

Posting Komentar

Mohon jangan berkomentar beratribut 'Anonymous'. Jika tidak punya blog atau akun Gmail, berkomentarlah dengan pilihan 'Name/URL' dengan memasukkan alamat Facebook, Twitter atau email selain Gmail Anda.

Komentarmu Menunjukkan Kedewasaanmu.