Transaksi online ternyata memiliki cita rasa tersendiri bagi sebagian orang. Disisi lain, juga bisa mendatangkan hal yang membuat kita jengkel atau bahkan sampai sakit hati, hal ini Saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan sharing dengan teman lainnya.
Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda. Sebaliknya, Saya hanya ingin sebisa mungkin agar Anda menghindarinya. Mungkin sangat banyak Hal-hal menyakitkan yang bisa Anda alami dalam bertransaksi online, tapi disini Saya hanya menuliskan 2 hal saja, namun Saya yakin Anda pasti menikmatinya:
1. Dianggap Penipu - Apakah Anda pernah dianggap penipu oleh pelanggan atau siapapun yang menggunakan jasa atau membeli produk yang Anda pasarkan di internet? Kalau tidak pernah ya Alhamdulillah, kalau pernah, nasib Anda sama dengan Saya. Beberapa kali Saya dianggap penipu oleh pembeli salah satu produk yang saya jual via internet. Yang paling sering dijadikan alasan oleh orang yang tega menyebut Saya seperti itu adalah karena ada pesanan barangnya yang belum tiba. Alamaaaa'.... Wong barangnya aja dikirim 1 hari yang lalu,, Jika Anda pernah mengalami hal ini, berikut adalah yang harus Anda lakukan:
Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda. Sebaliknya, Saya hanya ingin sebisa mungkin agar Anda menghindarinya. Mungkin sangat banyak Hal-hal menyakitkan yang bisa Anda alami dalam bertransaksi online, tapi disini Saya hanya menuliskan 2 hal saja, namun Saya yakin Anda pasti menikmatinya:
1. Dianggap Penipu - Apakah Anda pernah dianggap penipu oleh pelanggan atau siapapun yang menggunakan jasa atau membeli produk yang Anda pasarkan di internet? Kalau tidak pernah ya Alhamdulillah, kalau pernah, nasib Anda sama dengan Saya. Beberapa kali Saya dianggap penipu oleh pembeli salah satu produk yang saya jual via internet. Yang paling sering dijadikan alasan oleh orang yang tega menyebut Saya seperti itu adalah karena ada pesanan barangnya yang belum tiba. Alamaaaa'.... Wong barangnya aja dikirim 1 hari yang lalu,, Jika Anda pernah mengalami hal ini, berikut adalah yang harus Anda lakukan:
- Menanyakan alasan mereka sampai bisa ber-suudzon seperti itu.
- Kirim kembali nomor resi pengiriman barang pesanannya.
- Jika mereka masih seperti itu, biarkan saja dan tunggu saja sampai barangnya sampai. Biasanya yang saya alami adalah mereka langsung SMS minta maaf karna telah berprasangka yang tidak-tidak.
2. Kena Tipu - Nah, kalau yang ini kebalikan dari yang diatas. Selain dianggap penipu, Saya juga pernah kena tipu dalam transaksi online. Memang, tidak ada yang bisa memastikan apakah aman melakukan transaksi secara online, namun selama kita mengikuti tips-tips melakukan transaksi online secara aman yang sangat banyak bertebaran di internet, kejadian ini bisa diminimalisir. Namun Saya akan memberikan sedikit tips aman transaksi online yang selama ini Saya lakukan dan terbukti berhasil:
- Jika transaksinya adalah jual-beli barang, usahakan untuk C.O.D (Cash On Delivery), atau ketemuan dan bayar ditempat. Itupun jika memungkinkan, kita pun harus memperhatikan jarak antara pembeli dan penjual, ambil jarang tengah-tengah (lokasi yang terdekat bagi penjual dan pembeli untuk bertemu).
- Jika Anda sangat membutuhkan barang yang ingin Anda beli tapi lokasi penjual ada di luar kota, Anda bisa menggunakan rekening bersama (rekber). Untuk mengetahui cara transaksi menggunakan rekber, silahkan cari di google dengan keyword 'cara bertransaksi menggunakan rekber'.
- Perhatikan biodata, alamat lengkap, nomor handphone dan data-data lain tentang si penjual tersebut. Kalau perlu cari tahu facebook, twitter, email atau lainnya yang berhubungan dengan penjual tersebut.








2 comments
kalau saya sih biasanya komunikasi terus dengan pembeli. Kalau gk sms ya lewat telepon, jadi mereka percaya sama saya.
Hehehe.
Sementara kalau sebagai pembeli, saya biasanya telepon dulu si penjual. Jadi kalau mereka tidak bisa dihubungi, maka saya akan curiga dan batal beli.
@Jefferly HelianthusonfriYap, cara mas Jef memberikan masukan juga buat saya :)
Posting Komentar
Mohon jangan berkomentar beratribut 'Anonymous'. Jika tidak punya blog atau akun Gmail, berkomentarlah dengan pilihan 'Name/URL' dengan memasukkan alamat Facebook, Twitter atau email selain Gmail Anda.
Komentarmu Menunjukkan Kedewasaanmu.